Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Kulit dan Jenis - jenis Kulit Wajah


Kulit merupakan bagian terluar tubuh yang memmbungkus / melindungi daging serta organ - organ yang ada didalamnya. Kulit juga merupakan sarana pertahanan pertama terhadap lingkungan sekitar, yang dapat melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Kulit juga berperan mengatur suhu tubuh. Ketika suhu tubuh panas, pembuluh darah kapiler akan melebar hingga berisi penuh darah. Kondisi ini menjadikan panas berangsur berkurang seiring keluarnya keringat. Kelenjar keringat yang beradda di lapisan dermislah yang berperan mendinginkan tubuh.

    Sementara itu, ketika tubuh mulai kehilangan panas ( yang disebabkan oleh udara dingin), pembuluh darah yang ada pada kulit akan mengerut guna melindungi panas tubuh. Ini sebagai cara yang tepat supaya keseimbangan suhu didalam tubuh dan di luar tubuh berlangsung seimbang. Kulit manusia, terdiri dari berbagai macam jenis. 

     Berikut ini adalah jenis-jenis kulit wajah beserta penjelasannya.

  • Kulit Normal
                Kulit normal cenderung lebih mudah dirawat. Kelenjar minyak pada kulit normal umumnya mengeluarkan minyak dari kelenjar minyak secara seimbang. Kulit normal memiliki kandungan air dan minyak yang seimbang, sehingga kelembabannya sangat terjaga dengan baik. Ukuran pori-pori kulit normal adalah sedang. Selain itu jenis kulit ini terlihat segar dan bersih. Gairs-garis dan tanda penuaan akan muncul seiring bertambahnya usia. Adapun ciri-ciri kulit normal adal sebagai berikut :
- kulit lembut
- lembab
- segar
- tidak terliihat kering atau berminyak berlebihan


  • Kulit Berminyak
                    Kulit berminyak banyak dialamin oleh wanita di daerah tropis. Karena pegaruh hormonal, kulit berminyak biasa dijumpai pada remaja putri atau bahkan ada wanita di rentang usia 30 - 40 tahun yang mengalaminya. Jenis kulit wajah ini ditandai dengan tekstur kulit wajah yang cenderung kasar. Kulit berminyak disebabkan oleh produksi kelenjar minyak yang sangat aktif. Pada umumnta pada bagian yang berminyak akan terlihat mengkilap. Ukuran pori-porinya termasuk besar dan mudah sekali berjerawat. Sel kulit mati pada wajah tampak lebih gelap jika terpapar udara luar, sehingga berubah menjadi komedo. Penyebab kulit berminyak antara lain : 

            - Faktor internal, sebagai contoh, faktor genetis yaitu faktor dari keturunan. Dan faktor hormonal yang sangat mempengaruhi produksi keringat. Itu sebabnya wanita yang sedang menstruasi atau hamil lebih sering berkeringat. Stress dan banyak gerak juga memicu munculnya keringat berlebihan.

            - Faktor eksternal. Antara lain udara panas, jenis makanan yang bisa merangsang keluarnya keringat, misalnya makanan yang terlalu pedas, asin, dengan bumbu menyengat, terlalu berminyak dan terlalu panas. 

Kulit berminyak memerlukan perawatan khusus dibandingkan kulit normal. Karena jenis kulitnya yang lebih mudah mengahislkan minyak maka bila dibiarkan akan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Hal itu mudah menimbulkan jerawat apabila terdaoat radang ataupun infeksi. Kelebuhan kukit berminyak terletak pada kadar  minyak yang dapat membantu menjaga kelembaban lapisan dermis, sehingga memperlambat timbulnya keriuput. 

  • Kulit Kering
                Sebagaimana kulit berminyak, kulit kering terjadi jika keseimbangan kadar minyak terganggu. Perbedaannya pada kulit berminyak, jika kulit berminyak terjadi kelebihan sebum, makan pada kulit kering justru kekurangan minyak (sebum). Kandungan lemak pada kulit kering sangatlah sedikit, sehingga muda terjadi penuaan dini yang ditandai dengan munculnya keriput dan kulit terlihat lelah. 
Kulit kering terjadi seringkali di cuaca dingin lantaran udara menjadi kering. Udara kering ini menyebabkan kelembaban kulit menghilang. Kulit wajah kering juga dikarenakan kulit yang memang cenderung kering. Namun faktor kurangnya asupan cairan, dehidrasi lantaran penyakit, suhu lingkungan, bisa membuat kulit menjadi kering. 
    Salah satu keuntungan memiliki kulit kering adalah riasan wajah dapat lebih awet karena kadar minyak dalam lapisan kulit dermis tidak berlebihan.
Ciri- ciri kulit wajah yang kering :

        - Kulit halus tetapi mudah menjadi kasar dan kusam
        - tidak terlihat minyak berlebihan di daerah T ( dahi, hidung dan dagu)
        - mudah timbul kerutan
        - mudah muncul noda hitam
        - mudah bersisik
        - riasan wajah tidak mudah luntur / awet

  • Kulit Sensitif
                Umumnya kulit sensitif lebih tipis dibanding jenis kulit lainnya. Sehingga sangat peka terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan alergi. Pembuluh darah kapiler dan ujung saraf pada kulit sensitif terletak sangat dekat dengan permukaan kulit. Jika terkena allergen, reaksinya pun sangat cepat. 
                Bentuk-bentuk reaksi pada kulit sensitif berupa bercak merah, iritasi, gatal, serta luka yang jika tidak dirawat akan berdampak serius. Warna kemerahan pada kulit sensitif yang disebabkan oleh allergen memacu pembuluh darah dan memperbanyak aliran darah ke permukaan kulit. Ciri-ciri kulit sensitif adalah sebagai berikut :

        - mudah alergi atau cepat bereaksi terhadap allergen
        - gampang iritasi
        - tekstur kulit tipis 
        - kulit terlihat kemerahan disebabkan pembuluh darah kapiler dan ujung saraf berada sangat dekat            dengan permukaan kulit

Faktor - faktor yang menjadi allergen yang menjadi kulit sensitif antara lain :

        - makanan pedas dan berbumbu tajam
        - niasin ( vitamin B)
        - kandungan parfum / pewarna dalam kosmetik
        - sinar uv
        - kafein, nikotin dan minuman beralkohol.
        

  • Kulit Kombinasi
                    Kulit kombinasi banyak ditemukan di Asia. Terutama di daerah tropis, memiliki kulit kombinasi kering- berminyak atau normal - berminyak. Pada kondisi tertentu, kadang dijumpai kulit sensitif-berminyak. 
Kulit kombinasi terjadi karena kadar minyak di wajah tidak merata. Ciri - ciri kulit kombinasi antara lain :

        - kulit didaerah T berminyak, sedangkan di daerah lain  normal atau kering dan bisa terjadi sebaliknya.
        - tekstur kulit sesuai jenisnya
        - kulit di area berminyak, mengalami penebalan sedangkan di kulit di area kering atau normal lebih tipis.